Skip to main content

geografis pelalawan

geografis pelalawan

Desa Pulau Muda termasuk dalam Kecamatan Teluk Meranti Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau. Desa ini berbatasan langsung dengan Kabupaten Indragiri Hilir pada bagian selatan, dengan Kelurahan Teluk Meranti pada bagian barat, Desa Segamai pada bagian timur, dan Kabupaten Siak pada bagian utara. Secara geografis, desa ini termasuk desa di daerah aliran sungai, yaitu Sungai Kampar. Sehingga pusat pemukiman penduduk berada di sepanjang aliran sungai.

Ingin Tahu Tentang Desa Pulau Muda,
Lihat selengkapnya di http://mitrainsani.or.id/potensi-desa-pulau-muda-dokumen/ … #desapulaumuda #potensidesariau #desaberdayapulih #ymi

Terima kasih kepada Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Propinsi Riau atas kesempatan untuk bertukar pengetahuan tentang Indikasi Geografis, kepada bapak ibu utusan dinas dari Propinsi Riau, Kabupaten Kampar, Kabupaten Siak dan Kabupaten Pelalawan, semoga apa yang telah kita lakukan bisa memberikan manfaat, Amin

Kabupaten Karimun secara geografis terletak pada 0o31 LU 1o2' LU dan 103o22 BT 103o29 BT , dengan batas wilayahnya :

" Sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Bengkalis dan Kabupaten Pelalawan
" Sebelah Timur berbatasan dengan Kota Batam dan Kepulauan Riau
" Sebelah Utara berbatasan dengan Selat Malaka dan Singapura
" Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Indragiri Hilir

http://www.karimun.us/viewtopic.php?f=6&t=20

Menpar Tetapkan Bono Sebagai Destinasi Kelas Dunia: RIAU, PELALAWAN - Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya optimis Riau belum terlambat membangun sektor pariwisata. Selain kaya akan tradisi dan budaya, terutama Melayu, kondisi alam Riau sebenarnya juga tidak kalah menarik. "Saya sangat yakin Riau belum terlambat. Apalagi Riau diuntungkan dengan letak geografis dan budaya yang sama dengan Malaysia," kata Menpar saat menerima kunjungan

Sastra Riau, sastra Siak, sastra Bengkalis, sastra Pelalawan, sastra Inhil, dll, boleh jadi hanya sebutan bersifat geografis saja, meskipun di pihak lain, kita segera menemukan sejumlah masalah, terutama soal perkembangan sastra di setiap daerah itu: tidak merata, Pekanbaru selalu jadi titik pusat, ekosistem yang tidak kondusif, dll.
Sementara di lain pihak, hemat saya, sebutan  "Sastra Melayu" dan "Sastra Indonesia" juga mengandung persolan yang cukup rumit terutama dalam konteks "kebahasaan". Memang tidak perlu terlalu mendikotomi dua sebutan itu, karena memang masih satu keluarga kandung. Tapi, soalnya kemudian, pada konteks tertentu, keduanya kerap saling meniadakan. Yang satu, sebagai bahasa Ibu, kini seolah seperti "ditinggalkan" oleh yang lain  ("Bahasa Indonesia")--sebagai anak kandungnya sendiri. Lalu ketika hendak menyebut atau mengidentifikasi "Sastra Melayu" sebagai salah satu entitas "Sastra Daerah" (sebagaimana Sastra Jawa,  Sastra Sunda, Sastra Lampung, Sastra Minang, dll) kegamangan pun muncul, karena seolah selalu merujuk pada "Sastra Lama." Sementara para penyair/pengarang "modern" yang mencipta sastra dengan cita rasa estetika dan ekplorasi bahasa Melayu yang kental, ia digolongkan ke dalam sastra modern, dan dengan begitu ia dikategorisasikan sebagai bagian dari ranah "Sastra Indonesia."

Kegelisahan saya ini, akan saya bawa dalam perbincangkan di forum Payokumubuah Literary Festival 14-16 November ini, sebagai pembicara diskusi "Bahasa Indonesia dalam Tiga Langgam."

Agar ini tidak berhenti setakat kegalauan retoris dan kajian akademis, saya berinisiatif (Sukuseni bersinergi dengan Komunitas Madah, lembaga pemerintah, swasta, dll) untuk menerbitkan "Majalah Sastra Melayu", Insyallah mulai 2019.

Peta Dunia Islam di Asia  Tenggara          1850 
Tersimpan di Topkapi Palace Museum. IstanbuI,Turki
SEBUAH proyek riset bertajuk "Islam, Trade and  Politics across the Indian Ocean" yang didukung oleh British Academy selama periode 2009 - 2012, telah  berhasil  menyiarkan  beberapa dokumen penting berkaitan dengan sejarah Aceh Darussalam dalam abad ke-13 Hijriah (ke-19 Masehi). Dokumen- dokumen tersebut terutama terkait surat-surat dan perutusan Sri Paduka Sultan Manshur bin Jauharul 'Alam Syah, Sultan Aceh, ke Istanbul pada permulaan paruh kedua abad ke-13 Hijriah (ke-19 Masehi).
Di antara dokumen penting yang disiarkan oleh proyek riset tersebut adalah sebuah peta yang menggambarkan  kawasan Asia Tenggara  mulai Sumatra di barat sampai Maluku di timur dengan mengikutkan  dataran  semenanjung  Melayu  di dalamnya.
Peta ini dibubuhi tanda tangan dan cap Muhammad Ghauts Saiful 'Alam Syah, duta yang membawa misi dari pihak Sri Paduka Sultan Manshur Syah ke berbagai negara sahabat. Lain itu, bunga kompas yang khas Aceh  semakin  memperjelas bahwa peta itu memang datang dari pihak Aceh. Namun demikian, peta Muhammad Ghauts Saiful 'Alam Syah lebih merupakan peta politis daripada peta geografis sebagaimana lumrahnya.
Peta ini dalam konteks situasi pada saat ia dibuat tampaknya  telah ditujukan untuk menggambarkan wilayah-wilayah islam  di Asia Tenggara di mana Sri Paduka Sultan Manshur Syah  telah mengajukan dirinya sebagai pelindung dan pembela  wilayah-wilayah itu dari penindasan imperialisme Eropa.  Solidaritas Islam dan kesadaran akan pentingnya persatuan  umat Islam (Wahdatul Ummah Al_lslamiyyah) mulai bangkit dan disadari sebagai sebuah respon yang paling logis dan  mutlak dalam rangka membebaskan Ummah dari kungkungan imperialisme. Demi memperluas kesadaran dan keyakinan  inilah, peta tersebut telah dibuat sehingga tampak jelas seberapa luas dan berat tanggung jawab yang harus diemban  oleh para pemimpin Ummah, dan betapa berbagai bantuan menjadi sesuatu yang sangat diharapkan.
Peta itu merilis sekian banyak nama bandar (pelabuhan) dan wilayah di Asia Tenggara sembari menunjukkan keletakannya, untuk memperjelas secara konkrit apa sesungguhnya yang telah menjadi tanggung jawab salah seorang pemimpin Ummah, Sri Paduka Sultan Manshur Syah, dari Aceh Darussalam. Selain menyebutkan bandar-bandar yang langsung berada di bawah kendali Sultan Aceh Darussalam. peta itu juga menyingkapkan wilayah-wilayah atau negeri-negeri yang berada di bawah kendali para penguasa (sultan), yang dalam waktu yang sama, mereka adalah para mentri atau wakil Sri Paduka Sultan Manshur Syah, Sultan Aceh, di negeri mereka masing-masing. Untuk Aceh sendiri disebut dengan Bandar Aceh Darussalam, Kursiy Syah Manshur.  Negeri-negeri di mana sultannya merupakan wazir atau menteri Sri Paduka Sultan Manshur Syah sebagaimana ditunjukkan dalam peta ini ialah:
1. Minankabau,WazirSyah Manshur.
2. Bandar Dayik, Wazir Syah Manshur Aceh.
3. Bandar Salanggor (Selangor), Wazir Syah Manshur Aceh.
4. Bandar Qadah (Kedah), Wazir Syah Manshur Aceh.
5. Bandar Patani, Wazir Syah Manshur Aceh.  6. Bandar Ki/Kalantan, Wazir Syah Manshur Aceh.
7. Bandar Tranganun (Trenggano), Wazir Syah Manshur Aceh.
8. Bandar Pahan (Pahang), Wazir Syah Manshur Aceh.
9. Bandar Banjar, Wazir Syah Manshur Aceh. 10.Bandar Buni (Bone), Wazir Syah Manshur Aceh.
11.Bandar Samarang, Wazir Syah Manshur Aceh.
12.Bandar Bali, Wazir Syah Manshur Aceh. Sumber dari buku Melintasi Jejak Perjalanan Sejarah Aceh.
SUMATRA:
1. Salun
2. Daya 
3. Teluk Krut 
4. Patik 
5. Teluk Geulumpang   
6. Rigas   
7. Sabe   
8. Teunom     
9. Woyla     
10. Bubon     
11. Melaboh     
12. Tseunagan     
13. Kuala Batu       
14. Susoh       
15. Manggeg       
16. Labuan Haji     
17. Meukek       
18. Samadua 
19. Tempat Tuan    (Tapak Tuan)
20. Terebangan 
21. Seunbuk 
22. Rasian 
23. Asahan 
24. Klut 
25. Bakongan 
26. Trumon   
27. Bulusema   
28. Singkil
29. Barus   
30. Natar (Natal)     
31. Padang     
32. Bengkutu     
33. Lampung     
34. Palembang     
35. Bangka     
36. Jambi 
37. Indragiri
38. Pelalawan
39. Siak
40. Asahan
41. Batu Bahra 
42. Serdang 
43. Deli 
44, Tamiang 
45. Pulau Sampai 
46. Perlak 
47. Sumatra 
48. Teluk Semawi   
49. Pasangan   
50. Samalanga   
51. Meureudu   
52. Pidir   
53. Parik   
54. Gayo   
55. Laut Tawa 
56. Bukitlsak
57. Alas
58. Batak
59. Kurinci
60. Pulau Weh
61. Pulau Rondo
62. Pulau Beras     (Pulau Breueh)
63. Raya 
64. Narjil 
65. Simalur (Simeulu) 
66. Sigulai 
67. Babi 
68. Banyak 
69. Tuanku 
70. Masla (Mursala) 
71. Sitoli 
di terbitkan dalam buku oleh Masyarakat Peduli Sejarah Aceh ( MAPESA ).

SRI MAHARAJA DINDA Tak ada yang tahu persis kapan kedatangan kerabat kesultanan.S Johor ini kerantau Pelalawan.Dari kondisi geografis  pastilah beliau masuk dari kuala mudik kehulu dan membuat perkampungan di Bandar Nasi Nasi begitu catatan ayahenda kami  H.Tengku Said Jaafar Muhammad dan kekanda Tenas Effendi.Ada yang memperkirakan kedatangan kerabat kesultanan johor ini sekitar 1042 H 1632 M seratus tahun sebelum kedatangan orang2 siak ke pelalawan 1721 M Setelah membuka kampung di rantau itu wan abdurrahman yang dari johor ini diberi gelar Datuk Maharaja Dinda.tentulah gelar ini berkaitan dengan kesultanan johor sebagai pusat pemerintahan kala itu. Tahun 1958 ayahenda kami H.Tengku Said Jaafar Muhammad membuat catatan mengenai keluarga Datuk Maharaja Dinda ini.Kalau ditelusuri tokoh tokoh Pelalawan semuanya anak cucu Datuk Maharaja Dinda sebutlah misalnya keluarga Prof Farid Kasmy.Marwan Ibrahim.Zardewan.Nahas Pasha Rauf .Penghulu Koto Pelalawan dan lain2. Kito semuo besedao.Mari bangkitkan kejayaan Pelalawan dengan semangat Datuk Maharaja Dinda

Comments

Popular posts from this blog

kebudayaan kabupaten pelalawan

kebudayaan kabupaten pelalawan berdasarkan SEJARAH PERADABAN TANAH KAMPAR [ MENGUAK MISTERI LINTAS ZAMAN ]
BAB I
PENDAHULUAN
Kampar merupakan nama salah satu Daerah kabupaten di Provinsi Riau, Indonesia.terletak antara 1°00’40” Lintang Utara sampai 0°27’00” Lintang Selatan dan 100°28’30” – 101°14’30” Bujur Timur.Kabupaten Kampar saat ini dilalui oleh dua buah sungai besar dan beberapa sungai kecil, di antaranya Sungai Kampar  dan Sungai Siak bagian hulu.
Sungai Kampar melewati daerah kabupaten kampar panjangnya  ± 413,5 km ,sungai kampar dibagian hulu bercabang dua,dibagian aliran Sungai Kampar Kanan menelusuri kabupaten Lima Puluh Kota Provinsi Sumatera Barat sekarang dan kabupaten Kampar Provinsi Riau, sedangkan aliran Sungai Kampar Kiri melewati Sijunjung diProvinsi Sumatera barat sekarang, kabupaten Kuantan Singingi Provinsi Riau dan kabupaten Kampar Provinsi Riau, kemudian kedua aliran sungai kampar kanan dan sungai kampar kiri berjumpa di Langgam kabupaten Pelalawan Provinsi Ria…

ut pelalawan

ut pelalawan

Ujian mahasiswa UT kab pelalawan.H2 hari minggu, aturan di perketat.guna mencapai lulusan berkualitas dan bermutu tinggi.semangat buat adek2 mahasiswa UT.taati aturan dan smga mndapat nilai yg memuaskan.

Bersama dosen pembimbing ahli & pembimbing 1 jalan2 di tambang terbuka grasberg,,,,, PT. Freeport Indonesia  Universitas Terbuka Pelalawan Upbjj Universitas Terbuka Denpasar Upbjj Universitas Terbuka Padang Upbjjut Jayapura Upbjj-ut Layanan Luar Negeri Upbjj-ut Palangka Raya

PKL.KERINCI, riaueditor.com  Syahbanides atau sehari-harinya dipanggil Syahban, seorang mahasiswa Universitas Terbuka (UT) yang juga guru honorer di SD 009 Pangkalan Kerinci menyebutkan bahwa dirinya telah melayangkan pengaduan kepada Kejaksaan …

PKL.KERINCI, riaueditor.com - Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Pelalawan MD. Rizal, S.Pd.M.Pd menilai permasalahan mahasiswa UT Syahbanides dengan koordinator Kelompok Belajar Universitas Terbuka (Pokjar) UT tidak harus dibesar-besarkan, karena …

Nee ut

sejarah kabupaten pelalawan

sejarah kabupaten pelalawan. Tak kenal maka tak sayang
Tak sayang maka tak cinta
Inilah negeri kami pelalawan
Negeri melayu terbilang dan termasyur,,,
Disinilah kerajaan pekantuo kampar bermula yg berubah nama menjadi kerajaan pelalawan (kabupaten pelalawan)

"SUKU MELAYU PETALANGAN, KAB PELALAWAN, RIAU" 🇮🇩

Suku Petalangan hidup di Kabupaten Pelalawan , provinsi Riau . Desa-desa pemukiman orang Petalangan terletak sekitar 60-95 kilometer dari kota Pekanbaru . Kebanyakan orang Petalangan mencari nafkah dari hutan, Karet, sawit dan sebagai nelayan.
Istilah Petalangan berasal dari kata talang , yang merupakan sejenis bambu . Suku ini juga menyebut diri mereka sebagai Uwang Da'at (Orang darat)

Sejarah:
Menurut tombo Orang Petalangan datang dari
Johor menggunakan perahu, dan membuka hutan di pemukiman mereka sekarang ini. Mereka kemudian menjadi kawula Kerajaan Kampar, dan kemudian Pelalawan .

Di bawah pemerintahan Kesultanan Pelalawan mereka mendapat pengakuan hak atas wila…

peta kabupaten pelalawan

peta kabupaten pelalawan

ASAL USUL BATURIJAL

Kenegerian Baturijal terdiri dari dua desa, yaitu Baturijal Hulu dan Baturijal Hilir. Masing-masing mempunyai penghulu. Struktur kenegerian dan kepenghuluan ini tidak sesuai dengan struktur keperintahan Republik Indonesia, sehingga dihilangkan. Hanya saja 4 orang yang sempat menjadi wali negeri yaitu Khalil Ali, Muhamad Noeh, Raja Eman dan Saidina Ali.
Baturijal yang berada ditepi Batang Kuantan ini, mempunyai batas wilayah sebagai berikut :
a.Batas wilayah Baturijal Hulu yaitu :
-Sebelah Utara berbatsan dengan Kab. Kampar dan Pelalawan.
-Sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Selunak Kec. Peranap.
-Sebelah Barat berbatasan dengan Desa Pesikaian Kec. Cerenti.
-Sebelah Timur berbatasan dengan Baturijal Hilir Kec. Peranap.
b.Batas wilayah Hilir :
-Sebelah Utara berbatsan dengan Kab. Kampar dan Pelalawan.
-Sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Selunak Kec. Peranap.
-Sebelah Barat berbatasan dengan Desa Baturijal Hulu Kec. Peranap.
-Sebelah Ti…

bkd pelalawan 2018

Untuk mengetahui jadwal ujian cpns dari bkd pelalawan 2018 silahkan klik link berikut.
https://bkd.pelalawankab.go.id/berita-294-jadwal-seleksi-kompetensi-dasar-skd-penerimaan-calon-pns-kabupaten-pelalawan-tahun--2018.html
Semoga membantu.

Kamis (6/9/2018) malam seluruh Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) menggelar rapat di Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB)

Pertemuan ini adalah untuk menetapkan formasi CPNS bagi daerah. Termasuk yang ikut dalam rapat tersebut Kepala Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Riau, Ikhwan Ridwan

Dikutip dari Tribunpekanbaru.com, formasi secara garis besarnya sudah ditetapkan 238.015 formasi dimana untuk daerah 186.744 untuk 525 instansi dan pusat 51.271 untuk 76 instansi

Berikut ini Formasi CPNS yang diajukan Riau ke pusat untuk formasi yang diminta Menpan RB :

- Provinsi 375
- Pekanbaru 300
- Dumai 170
- Bengkalis 300
- Siak 250
- Kuansing 300
- Rohul 325
- Rohil 331
- Inhil 350
- Meranti 248
- Kampar 210
- Inhu …

Stand April di Pelalawan Expo 2018

Kami kembali ikut meramaikan Pelalawan Expo 2018. Ayo kunjungi stand APRIL di Blok 1 No.1 mulai dari tanggal 6-12 Oktober 2018. Sahabat bisa melihat bagaimana proses produksi dari kayu menjadi kertas atau dari kayu menjadi serat kain. Sentuh teksturnya, raba, dan lihat dari dekat.

Sahabat juga bisa ikut belajar membatik lho, juga bisa mencicipi produk-produk mitra binaan Community Development RAPP, dan jangan lupa sahabat berfoto selfie/wefie saat di booth APRIL ya, lalu post ke instagram, follow dan  tag @sahabatRAPP jangan lupa sertakan hashtag #APRILxPelalawanExpo2018 #sahabatRAPP hadiah menarik sudah kami siapkan untuk sahabat dengan foto terbaik 😉.

#APRILxPelalawanExpo2018 #sahabatRAPP #PelalawanExpo2018 #Event #Paperone #GoodforCommunity #GoodforClimate #GoodforCountry #Paper #Industry #Sustainable #Concession #CommunityDevelopment #WomenEmpowerment #BatikBono #business #Riau #viscose #acacia #rayon #lifeatAPRIL #RAPPuntukIndonesia

7 program pelalawan

HM Harris Paparkan 7 Program Pelalawan dan Riau Masa Depan

Mari kita lihat dan kita perjuangkan dengan setulus hati Anggaran Pembangunan Gedung SDN 023 Kelas Jauh Sungai Medang Desa Kesuma Kecamatan Pangkalan Kuras Tahun 2017, dan mendukung 7 Program Prioritas Pelalawan Cerdas, anak mereka disana juga ingin cerdas. Mudah- mudahan bisa terlaksana. Amin.

Bertemu masyarakat Kecamatan Langgam bercerita tentang pembangunan daerah. Ada 7 program prioritas di Pelalawan sudah membawa Pelalawan ke depan pintu gerbang kesejahteraan. Insyaallah pengalaman yang sudah kita lakukan akan berguna untuk membangun Riau secara umum. Amin.

#HarmoniRiauSejahtera
#BersamaMembangunRiau
#HarR1s
7 program pelalawan