pelalawan tourism

pelalawan tourism

Mari Sukseskan Event Riau Expo 2018 "Pameran Investasi, Produksi/Jasa Unggulan, Kerajinan dan Tourism Provinsi Riau"
.
03 - 09 November 2018
.
Loc: Komplek Rumah Dinas Gubernur Riau, Jln.Diponegoro, Pekanbaru.
.
.
#riauexpo2018 #picturesofriau #pameranInvestasi #promosiriau #ayokeriau #pekanbaru #siak #bengkalis #dumai #rengat #selatpanjang #tembilahan #kuansing #bagansiapiapi #pasirpengaraian #kampar #pelalawan #provinsiriau #riauthehomelandofmelayu #dpmptsp #riau #indonesia #riauexpo

November 26, 2018 at 09:28AM

TELUK MERANTI, BKM — Bono. Begitulah masyarakat Pelalawan, Riau, menyebutnya. Bono adalah ombak yang awalnya sangat menakutkan. Khususnya bagi warga di Teluk Meranti, Pelalawan.
Namun, kini kondisinya berbalik. Bono justru sangat ditunggu. Bahkan wisatawan mancanegara rela datang ke Teluk Meranti hanya untuk mendapatkan bono.
Bono tercipta akibat aliran arus sungai Kampar bertemu dengan aliran laut. Pertemuan itu menghasilkan ombak yang mengarah ke sungai. Menurut warga asli Teluk Meranti Ali, dahulu ombak ini membuat warga sangat takut.
“Bahkan di beberapa tempat, bono dulu disebut tsunami. Karena ombaknya yang sangat besar dan berlangsung beberapa jam. Bono memiliki siklus. Tidak tiap saat bisa ditemui. Ada waktu-waktu tertentu bono sangat tinggi dan besar. Bahkan membuat air naik hingga ke rumah warga,” terang Ali sebelum acara Bono Surfing dimulai.
Lambat laun, warga mulai mengetahui siklus bono. Bahkan, warga memanfaatkannya untuk bermain. “Oleh warga, Bono dimanfaatkan untuk bekudo. Jadi, dengan menggunakan perahu mereka mencoba menaklukkan ombak. Mereka bermain dengan ombak,” tutur Ali menjelaskan.
Kebiasaan ini semakin berubah. Belakangan muncul para surfer. Kegiatan surfing mulai dilakukan. Wisatawan mancanegara juga mulai berdatangan. Anak-anak sekitar Teluk Meranti pun mulai akrab dengan surfing. Menaklukkan bono menjadi kegiatan yang tidak bisa dihilangkan.
Wakil Bupati Pelalawan Zaderwan, mengakui jika kini bono sudah sangat bersahabat. Bono justru memberi dampak positif. Sebab, dikemas sebagai destinasi. Tepatnya destinasi sport tourism surfing.
“Dampaknya secara ekonomi sangat terasa. Buktinya, saat wisatawan mancanegara hadir Teluk Meranti ramai. Mereka menghabiskan uangnya di sana untuk makan. Bukan hanya itu. Penginapan pun hadir di Teluk Meranti. Ini dampak yang luar biasa. Dampak dari hadirnya pariwisata,” papar Zaderwan.
Kepala Dinas Pariwisata Budaya Pemuda dan Olahraga Pelalawan Andi Yusfiandi, mengatakan bono tidak hadir setiap saat. Ada saat-saat tertentu ombak hadir demgan luar biasa.
“Makanya, kita harus bisa membaca situasi. Kita harus sesuaikan waktu pelaksanaan dengan bono. Termasuk memprediksi jam. Sebab, kita ingin mendapatkan hasil yang maksimal dari pelaksanaan ini,” jelas Andi.
Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional I Kementerian Pariwisata Masruroh, sangat senang dengan keberadaan bono yang akhirnya dikemas menjadi atraksi sport tourism bernama Bono Surfing.
“Karena masyarakat dilibatkan secara aktif. Dampaknya secara ekonomi juga bisa dinikmati langsung masyarakat. Tugas selanjutnya adalah membenahi aksesibilitas dan amenitas, agar wisatawan semakin nyaman di sana,” paparnya.
Menteri Pariwisata Arief Yahya menyambut baik pelaksanaan event sport tourism. Sebab, selalu memiliki dampak positif.
“Kementerian Pariwisata selalu mendukung pelaksanaan sport tourism. Mengapa? Karena selalu berdampak positif terhadap perekonomian. Dan, masyarakat bisa menikmatinya secara langsung. Wisatawan pun biasanya datang berkelompok,” katanya. (*)

The post Berburu Bono di Teluk Meranti appeared first on Berita Kota Makassar.

Berita Kota Makassar http://beritakotamakassar.fajar.co.id

Teluk Meranti is a District in Pelalawan Regency, Riau, Indonesia. Its natural state is in the form of lowland marshy with wide peat land. Meranti Bay area split by the flow of kampar river that empties into the Malacca Strait. Along the river flow stretches a very wide tropical forest covering both sides of the river. The indigenous people of Teluk Meranti are Malay. The livelihoods of the population depend on the sectors of agriculture, plantations, fishermen, forestry and so on. The big potential in Teluk Meranti district is tourism, that is tourism object of natural phenomenon in the form of waves of bono in kampong river.

youtu.be/jQ3DLsUujnE
.
Wowww ternyata di Riau ada Greencanyon😱.... Nah buat teman teman semua yang pada penasaran dan pengen tau greencanyon di Riau itu gimana? dan lokasinya itu dimana? Caranya gampang tinggal klik linknya di yang atas ya 👆
.
.
jangan lupa like, subscribe, dan coment sebanyak banyaknya ya🙌🏻
.
.
"Majukan Pariwisata Majukan Negri"
"Mohlah kekampar"
.
#perencanaankawasanpariwisata #perencanaanwilayahkota #PWK #UniversitasIslamRiau #UIR
#riau #kampar #siak #pelalawan #pekanbaru #dumai #indragirihulu #indragirihilir #kuansing #rokanhulu #rokanhilir #bengkalis #kepulauanmeranti #riautourism #kampartourism #tourismindonesia #tourism #riauthehomelandofmelayu

Bono Surf Spot - Tidal Bore
Kampar River, Pelalawan - Riau - Indonesia
For more info/reservation :
call :+628963224932
email: yan.nainggolan@gmail.com
@YanNainggolan

Comments