universitas pelalawan

universitas pelalawan

66 TAHUN DURI & MINAS DIKURAS, RIAU DAPAT APA?

Membaca http://vip.kompas.com/migas/ membuat hati saya tergelitik, dalam salah satu tulisannya menyatakan, "Saat ini, produksi nasional masih bergantung kepada lapangan-lapangan migas tua, seperti lapangan Duri dan Minas di Riau yang telah berproduksi sejak tahun 1950".

Lebih 5 repelita (25 tahun) Riau menyumbang 70% APBN melalui Migas dari perut buminya dan sampai saat ini bangsa ini masih menyusu ke Bumi Lancang Kuning. Tapi apa yang didapat oleh masyarakat Riau? Lihatlah kemiskinan yang masih menyelimuti masyarakatnya, berapa anak Melayu yang terserap dan berkarir diperusahaan Migas di Riau, apa saja program CSR yang sudah dilakukan dan dampaknya bagi kemajuan Riau?

Semoga pertanyaan ini jadi renungan bagi JAKARTA dan semua perusahaan MIGAS yang sampai hari ini terus menyedot isi bumi tanah Melayu. Jangan seperti kampung saya Sungai Bayam Desa Rempak Kecamatan Sabak Auh Kabupaten Siak Provinsi Riau, ada lebih 20 sumur minyak disana tapi tak ada satupun anak Sungai Bayam yang dapat kesempatan berkarir disana dan tak ada satupun program untuk masyarakat kampung kami yang membuat mereka maju dan sejahtera.

Inilah namanya "Ayam mati dilumbung padi", apakah kita diam menunggu sampai minyak habis?

Semoga kegundahan hati saya mewakili anak Riau ini semangatnya bisa ditangkap oleh Gubernur Riau Andi Rachman dan Ketua DPRD Riau yang akan segera dilantik kak Septina Primawati mari adik2 mahasiswa Bem Universitas Riau, Dpm Universitas Riau, Uir Universitas Islam Riau, Universitas Muhammadiyah Riau, Universitas Riau, Bahana Mahasiswa, Lpm Gagasan, Aklamasi Uir, Tabloid Visi, Arroyyan UR, Knpi Siak, Knpi Pelalawan, ForumWarga'wr Riau, Laskar Melayu Bersatu, datok2 di Lembaga Adat Melayu Tengku Lukman Jaafar, Elmustian Rahman, Edyanus Herman Halim, Syahril Abu Bakar,  Aiden Yusti, Johny Setiawan Mundung, Gumpita Sp MSi,  mari kita suarakan ke JAKARTA untuk memberi lebih buat Riau, OTSUS itu wajar dan patut diberikan buat Riau.

Salam Perjuangan !

Azizon Nurza, S.Pi, MM
Ketua OSIS SMAN 1 Duri 1992 - 1993
Ketua Umum Ikatan Pemuda Melayu Riau, 1993-1996
Ketua Umum BPH SMPT Unri, 1996-1997
Ketua PTKP HMI Cab Pekanbaru, 1996-1997

Tahniah, atas diwisudanya Dt Panglimo Bono Indra Kampe di Universitas Muhammaddiyah Jakarta (UMJ) dari program Pasca Sarjana Komunikasi.

Beliau sosok energik yang mewakili suara masyarakat Kabupaten Pelalawan di Kursi Legislatif. Semoga dengan pencapaian pendidikan tersebut, bisa membuktikan dan memotivasi bahwa belajar tidak berbatas orang dan waktu.

Sekali lagi selamat dan terus lah jadi yang bermanfaat..

#SalamIA

BUKAN HANYA SEKEDAR MELAYU.
# pesan khusus buat Partai Golkar

Pertama tentunya sebagai anak Melayu Riau saya memberikan apresiasi kepada Partai Golkar yang merespon aspirasi masyarakat Bumi Lancang Kuning.

Dari Bumi Serambi Mekkah - Aceh saya dapat informasi sayup-sayup, Golkar sudah mengajukan 2 nama putra Melayu mendampingi Gubernur Riau Andi Rachman memimpin Provinsi yang memiliki visi sebagai Pusat Kebudayaan dan Peradapan Melayu pada tahun 2020.

Harapan masyarakat Melayu sangatlah wajar dan pantas sebab kepemimpinan Gubernur harus kokoh dan mendapat legitimasi kuat dari masyarakat Melayu, agar pembangunan bisa berjalan dan Riau bisa melakukan percepatan dibawah kepemimpinan tangan dingin bapak Andi Rachman.

Dengan sikap tenang, visioner, memiliki relasi luas dan jaringan yang mengakar ditingkat nasional dan international, saya percaya bang Andi bisa membawa Riau makin maju, jaya dan sejahtera.

Melalui media sosial ini saya ingin menyampaikan aspirasi agar niat baik Partai Golkar bisa sampai tepat sasaran maka pilihlah Melayu yang benar Melayu Riau dan figur yang memiliki kredibilitas, loyalitas dan mumpuni dibirokrasi. Bang Ahmad Syah Harrofie adalah figur yang paling tepat.

Saya mengenal bang Ahmad saat beliau menjabat Ketua KNPI Riau dan saya saat itu menjabat Ketua Umum Senat Mahasiswa Universitas Riau tepatnya pada pertengahan tahun 1996 saat kami bersama-sama menghadiri Temu Pemuda Indonesia Menyongsong Pasar Bebas di Istana Wakil Presiden.

Beliau sosok anak Melayu Riau tulen asal Bagan Siapi-api kampung ibu dan tempat saya dilahirkan, kuat agamanya, luas visinya, serta besar komitmennya bagi kemajuan Riau dan sangat merepresentasikan kami masyarakat Melayu Riau. Bang Ahmad  sangat pantas menjadi pendamping Gubernur Riau dan akan menjadi mitra strategis sebab Gubernur berlatar belakang Bisnis dan Politisi sedangkan bang Ahmad kader Golkar dan birokrat senior di Riau.

Saya yakin partai Golkar pasti jeli dan bijak sebab hampir 16 tahun saya pernah ditempa di Partai ini dan sempat memegang beberapa jabatan strategis diantaranya Wakil Ketua DPD Partai Golkar Pelalawan 2 periode dan Wakil Sekretaria AMPG Riau.

Semoga Riau semakin maju dan Golkarpun jaya di Bumi Melayu karena selalu berpihak kepada masyarakatnya.

#Silakan dikutip oleh kawan2 wartawan.

Menerima kunjungan Fak MIPA Jurusan Kimia Universitas Andalas...moga Sukses sampai akhir...
#lifeatapril #sahabatrapp  #universitasandalas #fmipakimiaunand  @ Pelalawan, Riau, Indonesia

Anak 2 Mahasiswi Universitas Anta Kusuma yang Ikut Delegasi Kesultanan Pelalawan Dalam Rangka Kirab FKN X
universitas pelalawan

Comments