Skip to main content

kebudayaan kabupaten pelalawan

kebudayaan kabupaten pelalawan berdasarkan SEJARAH PERADABAN TANAH KAMPAR [ MENGUAK MISTERI LINTAS ZAMAN ]
BAB I
PENDAHULUAN
Kampar merupakan nama salah satu Daerah kabupaten di Provinsi Riau, Indonesia.terletak antara 1°00’40” Lintang Utara sampai 0°27’00” Lintang Selatan dan 100°28’30” – 101°14’30” Bujur Timur.Kabupaten Kampar saat ini dilalui oleh dua buah sungai besar dan beberapa sungai kecil, di antaranya Sungai Kampar  dan Sungai Siak bagian hulu.
Sungai Kampar melewati daerah kabupaten kampar panjangnya  ± 413,5 km ,sungai kampar dibagian hulu bercabang dua,dibagian aliran Sungai Kampar Kanan menelusuri kabupaten Lima Puluh Kota Provinsi Sumatera Barat sekarang dan kabupaten Kampar Provinsi Riau, sedangkan aliran Sungai Kampar Kiri melewati Sijunjung diProvinsi Sumatera barat sekarang, kabupaten Kuantan Singingi Provinsi Riau dan kabupaten Kampar Provinsi Riau, kemudian kedua aliran sungai kampar kanan dan sungai kampar kiri berjumpa di Langgam kabupaten Pelalawan Provinsi Riau  bernama kualo sako.
Sungai Kampar Kanan bermata air dari Gunung Gadang , memiliki luas daerah tangkapan air 5.231 km². Alur utama semula mengalir ke utara kemudian berbelok ke timur, bertemu dengan anak sungai Batang Kapur Nan Gadang, mengalir dengan kemiringan sedang melalui lembah Batu bersurat kampar,Selanjutnya bertemu dengan anak sungai Batang Mahat dikampar.
Prof.Purbatjaraka dalam bukunya Riwayat Indonesia
Kajian tentang pusat Sriwijaya berdasarkan terjemahan terhadap prasasti Kedukan Bukit di Palembang ,antara lain tentang Dapunta Hiyang berangkat dengan perahu membawa tentara sebanyak 20.000 orang dan 1312 orang berjalan kaki dari MINANGA TAMWAN, tujuannya membuat kota;Minanga Tamwan suatu tempat di Sumatra,terletak di Kampar, tepatnya di pertemuan sungai Kampar Kanan dan sungai Kampar Kiri.
Selanjutnya dijelaskan ,tamwan dalam bahasa Jawa kuno sama dengan temon, pertemuan dua sungai sama besarnya berarti pula minanga kembar,ialah Kampar,di situ ditemukan pusat Budha Mahayana di Muara Takus.Pertemuan sungai kampar kanan dan kiri pada masa itu belum,tetapi yang bertemu itu Kampar Kanan dan Batang Mahat dalam areal Muara Takus di Kecamatan XIII Koto Kampar,di areal itu pula ada tempat bernama Minawa Kanwar,di mana dulunya ada prasasti yang belum diketemukan.
.
Secara umum Minanga Tanwan di Kampar di pusat kerajaan yang besar,yaitu kerajaan Katangka,terletak di suatu bukit di area antara Muara Takus dan Batu Bersurat, sekitar jaraknya 19 km,di areal itu terdapat kompleks percandian Muara Takus.Minanga Tamwan ialah pusat pertemuan,Minanga, binonga, menonga,minongah, minang, binanga berasal dari kata Melayu kuno yakni Inang, yang mempunyai makna ibu, induk atau pusat. Berinang, beribu dan berpusat.Anak-anak sungai disebut arau atau aro, Pertemuan sungai disebutlah muara.Tamwan atau tomuan pusat pertemuan orang-orang dizamannya,sungai ialah sebagai pusat peradaban. Jalur transportasi perdagangan yang sangat padat,Sungai besar itu di belah oleh banyak anak sungai kecil yang berfungsi sebagai pagar, atau batas wilayah (sempadan), adat dan negeri.
.
Batang Kampar punya cabang dan anak-anak sungai  antara lain : Batang Kampar, Kampar Kiri dan Kampar Kanan, Batang Maek di Kampar Kanan, Batang Kopu di Kampar Kanan, Sungai Lolo di kanan Kampar Kanan, Sungai Tampakayu di kiri Kampar Kanan, Sungai Libatu, kanan Tampakayu, berhulu di puncak Bukik Kuniang, Ayie Simpang Botuong, kiri Tampakayu, Ayie Sungai Boso, kanan Tampakayu, Ayie Kain Tolayang, kanan Tampakayu, Ayie Pincuran Godang, kanan Tampakayu, berhulu di puncak Bukik Gunuong Bonsu, Sungai Tampamali di kanan Kampar Kanan, berhulu ke puncak Bukik Godang.
Lalu Batang Teban di kanan Tampamali, Sungai Kumpa, kanan Tampamali, Air Pekiaghan di kanan Tampamali, berhulu di Puncak Bukik Losung Totungkuik, Sungai Badagh, kanan Air Pekiaghan, Sungai Nughun, kiri Tampamali dan lain-lain anak sungai.
 sungai kampar ini punya nama lain yakni Sungai Ombun,disebut demikian karena batang-batang kayu besar yang hanyut dari Hulu Kampar akan menjadi embun setelah sampai di Muara.Penamaan ini mempunyai makna dalam tafsirnya yakni soal penyebaran manusia Melayu kuno di masa lalu.
Hulu Batang Kampar  bertemu dengan hulu Batang Sumpu dan Batang Kopu di Bukit Godang, yang dikenal juga dengan sebutan Bukik Hijau, atau Bukik Losong Totungkuik.Sungai Rokan-Sumpu mempunyai cabang dan anak-anak sungai, antara lain; Batang Rokan di hilir, bermuara ke Bagan Siapiapi. Lalu Batang Lubuh, percabangan Batang Rokan sebelah kanan di Kualo Sako. Batang Kumu, kanan Batang Rokan, Sungai Mahato Kiri dan Mahato Kanan, cabang Batang Kumu, Sungai Napal, Aek Buaton, Batang Sosah, kanan Batang Lubuh, berhulu di Karang Bosa Sibuhuan, Sungai Tambusai, kiri Batang Sosah, Sungai Talikumain, kiri Batang Sosah, Ayie Itam, kanan Batang Lubuh.
Sungai Nikum, Sungai Musu, kanan Batang Lubuh, Sungai Rumbai, kiri Batang Lubuh, Sungai Koruh, kanan Batang Lubuh, Sungai Doreh, kiri Batang Lubuh, Sungai Kaiti, kiri Batang Lubuh, Sungai Pawan, kiri Batang Lubuh, Aek Martuah, Kiri Batang Lubuh, Sungai Pinang, kanan Batang Lubuh, Sungai Katogan, kanan Batang Lubuh, Sungai Kumpai, kanan Batang Lubuh, Sungai Duo, kiri Batang Lubuh, Sungai Mondong, Rokan Kiri, percabangan sebelah kiri di Kualo Sako, Sungai Murai, kiri Rokan Kiri, Sungai Dilam, kiri Rokan Kiri, Sungai Ngaso, kiri Rokan Kiri, Sungai Pakih, kanan Rokan Kiri, Sungai Pusu, Rokan Kiri, Sungai Jenieh, Cipang Kiri, Sungai Beluik, Sungai Kijang, Cipang Kanan atau Sungai Tibawen.
Sungai Gagak, kiri Sungai Tibawen, Batang Asyik di Rao, Batang Sumpu, berhulu di Bukik Godang dekat Koto Rajo, Siminayie, cabang sebelah kanan Batang Sumpu, Sungai Asyik di hulu Siminayie, Sungai Selayang, cabang sebelah kiri Batang Sumpu, dan lain-lain cabang anak-anak sungai di Batang Rokan. Batang Rokan punya nama kuno yakni Sungai Kalimuntiang,sebab di kaki Puncak Simolombu Bukit Barisan tumbuh sebatang pohon Kalimunting besar.Wilayah Rao berada di aliran Batang Sumpu (hulu Sungai Rokan Kiri), dan kebudayaan asli Rao mempunyai banyak kesamaan dengan kebudayaan di Sungai Rokan, terutama soal bahasa dan adat.
.
Aliran sungai kampar kanan mengalir ke arah timur sampai dikenegerian muaro sako kampar dan di kualo sako  bertemu pula dengan sungai kampar kiri.Sungai Kampar Kiri bermata air dari Gunung Ngalau tinggi, Gunung Solok janjang, Gunung Paninjauan Nan Elok, memiliki luas daerah tangkapan air 7.053 km². Dua anak sungai besar bernama Batang Sibayang dikampar kiri dan Batang Singingi sekarang berada dalam ka bupaten kuantan singingi,sungai kampar kiri bertemu pula dengan sungai kampar kanan dikualo sako sebagaimana yang telah dijelaskan diatas.gabungan dari 2 (dua) yakni sungai kampar kanan dan sungai kampar kiri ini (kualo sako ) berada kira kira 5 km sebelah barat kenegerian Langgam sekarang berada dalam administrasi kabupaten Pelalawan provinsi Riau. Dari kualo sako ini Sungai Kampar mengalir ke selat Malaka yang terletak 80 km dari kenegerian Langgam. .Semakin ke hilir, badan sungai dan volume airnya semakin membesar karena ditambah dengan berbagai anak sungai lainnya. Sungai ini dikenal dengan gelombang Bono-nya, yaitu gelombang tinggi yang diakibatkan pertemuan air sungai dengan air laut.sungai kampar bermuara di selat melaka tempat beradanya pulau penyeler,agak jauh sedikit lagi masuk ke selat adanya sebuah  pulau kundur dan pulau karimun.
.
setiap kegiatan manusia umumnya dan khususnya di pulau  Sumatra, itu tidak terlepas kaitannya dengan sungai. sejak berabad-abad sebelum abad ke-20 M, sungai menjadi tempat sentral berbagai kegiatan manusia mulai dari mandi, mencuci, sumber air utama.peran besar sungai ada pada bidang transportasi dan ekonomi, dimana ketika memasuki abad ke-20 M, sungai menjadi dominan sekali untuk mendistribusikan barang komoditas dari pedalaman. Peran yang menyerupai jalan raya.
Sungai merupakan rupa bumi yang sangat dominan di Sumatra. Di masa lalu, sungai juga merupakan  jalan raya tempat sebagian besar masyarakat berlalu-lalang atau membawa barang. Sejumlah permukiman tertua di pulau Sumatera juga ditemukan di kawasan (aliran) sungai. Ada ribuan sungai dengan berbagai ukuran yang mengalir di seantero Sumatra. Dalam perjalanan sejarahnya yang panjang, kehidupan masyarakat  Sumatera, secara langsung atau tidak, dipengaruhi oleh sungai.
Membahas sungai dalam perjalanan sejarah,budaya masyarakat tidak terlepas dipengaruhi sungai, sungai juga mengalami perkembangan sebagai jalan transportasi air.masih banyak tabir sejarah Sumatra dalam kaitannya dengan dunia sungai yang belum terungkap dalam buku,bahasan semoga merangsang minat sejarawan dan peneliti untuk mengkajinya lagi secara komprehensif. Kajian mengenai sungai juga kompleks seperti halnya perairan lain yang lebih luas.kajian sejarah tentang Sungai,Sumber-sumber kolonial Belanda terkait kondisi sungai masa lampau juga cukup mendukung untuk bisa dijadikan salah satu sumber penulisan,selain peneitian yang mendalam diadakan.
.
Sungai adalah jalur lalu lintas dapat diharungi menggunakan alat transportasi kapal, perahu, dan rakit, orang singgah di tanah daratan, berbanjar, berladang, membentuk kelompok, berkampung halaman, berkoto bernegeri, berketua berpenghulu, bogodang borajo pasak (ber-Raja dengan daulatnya).model kapal layar kuno yang bernama “Kapal pancalang” yang jadi kebanggaan kedatuan Alam "pulau poco”(pulau perca) dan kedatuan "Sriwijaya".Aktifitas berperahu tersebut dibadikan dalam bentuk arsitektur bangunan rumah adat Kampar berupa rumah perahu,disebut juga rumah pencalang  atau rumah lontiok,adalah nama jenis rumah adat/tradisional di wilayah kebudayaan Kampar, terlihat pada bentuk atapnya, terkadang juga diikuti bentuk bondue bapawuo (bendul lentik)), gaya arsitektur ini ada dalam wilayah adat  Kampar.Perahu juga digambarkan pada sampak keris.
.
Berdasakan bukti-bukti terbaru, telah ditemukan alur pelayaran kuno (disungai kampar) serta bekas pelabuhan kuno yang terdapat di beberapa Koto disepanjang sungai Kampar lama. Beberapa lokasi disepanjang alur sungai Kampar lama, dan disepanjang alur pelayaran kuno tersebut banyak ditemukan bukti-bukti peninggalan perangkat kapal layar kuno, seperti dayung kuno ukuran raksasa dengan panjang 8-12 meter dan lebar 40-45 cm terbuat dari sebatang kayu.
Selain dayung kapal kuno, juga ditemukan potongan kepala kapal layar kuno berbentuk kepala naga (kapal Pancalang atau kapal Lancang atau Lanco) serta bagian ekor – kemudi kapal kajang.Bahkan di koto Tagaro di Kuok (Kecamatan Kuok,Kabupaten Kampar, Provinsi Riau) ditemukan 3 (tiga) buah jangkar kapal layar kuno ukuran sangat besar (sekarang lokasinya dikaki bukit atau koto).Selain jangkar kapal kuno juga ditemukan rantai kapal kuno ukuran besar serta tali kapal kuno yang ditemukan di beberapa lokasi disekitar koto-koto di daerah Limo koto kampar , XIII Koto Kampar dan 8 koto setingkai kampar kiri dan 4 koto Tapung dll.Nama pelabuhan kuno tempat singgah atau berlabuhnya kapal-kapal dari berbagai penjuru dunia menuju pusat kota Muara takus Kampar,pernah tercatat bernama  kota Cattigara (koto tagaro).
Didalam Geographia  yang ditulis oleh Ptolomeus pada abad ke-2 M  berdasarkan karya Marinus dari Tirus satu abad sebelumnya, terdapat sebuah wilayah bernama Aurea Chersonesus, yang berarti Tanjung Emas dalam bahasa Latin (Χρυσῆ Χερσόνησος, Chrysḗ Chersónēos dalam bahasa Yunani Kuno).Aurea Chersonesus, Chryse Insula, Aurea Insula, Suwarnabumi, Suwarnadwipa dan Ophir merujuk ke pulau yang sama, yaitu Sumatera, dan khususnya Tanjung emas adalah yang paling dikenal di masa pra-sejarah.
Pengetahuan orang-orang Yunani tentang wilayah-wilayah di timur bertambah setelah penaklukan Alexander Agung, namun referensi khusus tentang tempat-tempat di Asia Tenggara tidak diketahui sampai setelah bangkitnya Kekaisaran Romawi. Ahli geografi Yunani Eratosthenes (ca276 – 195/194 SM) dan ahli geografi Romawi Pomponius Mela (43 M) telah menulis tentang Chryse Insula (“Pulau Emas”). Filsuf Romawi Pliny (23 – 79 M) dalam Sejarah Alamiah menyebut Chryse sebagai tanjung maupun pulau.Periplus Laut Eritrea (antara abad ke-1 dan ke-3 Masehi) mengacu pada sebuah pulau Chryse, yang terletak di timur jauh yang dihuni dan terbentang dibawah matahari. Dionysius Periegetes (sekitar akhir abad ke-3) menyebutkan bahwa pulau Chryse terletak dimana matahari terbit. Avienus (abad ke-4 Masehi) merujuk pada Insula Aurea (“Pulau Emas”) yang terletak dimana fajar muncul di laut Scythia.
Saat ini orang menganggap bahwa Pulau Chryse atau Aurea adalah Pulau Sumatera dan menyamakannya dengan Suwarnabumi (“Tanah Emas”) dan Suwarnadwipa (“Pulau Emas”), baik termasuk atau tidak termasuk Semenanjung Malaya. Banyak sumber kuno seperti Mahawamsa (antara tahun 543 SM dan 304 M), beberapa cerita tentang kisah Jataka (sekitar abad ke-4 SM) dan Milinda Panha(antara 100 SM dan 200 M) menyebutkan tentang Suwarnabumi.
Ptolomeus menyebutkan dua buah tanjung di sekitar wilayah Aurea Chersonesus. Tanjung-tanjung ini rupanya nama-nama tempat yang masih dilalui sungai Kampar yakni negeri TANJUNG dan negeri TANJUNG ALAI.
Wilayah pesisir timur terdiri dari nama tempat, sungai Wilayah pesisir timur terdiri dari nama tempat, sungai (fluvius), teluk (sinus), tanjung (promontorium),badan sosial (civitas) dan tempat perdagangan (emporium).
.
Didalam Geographia Menurut Ptolomeus, Marinus telah mengutip pengetahuannya dari pelaut Alexander saat melakukan perjalanan dari Aurea Chersonesus , dari arah barat menuju ke timur, untuk jangka waktu dua puluh hari, sampai mencapai sebuah pelabuhan bernama Zabæ. Dari titik ini, ia menyatakan, kapal-kapal berlayar kearah tenggara untuk waktu yang lebih lama untuk dapat mencapai kota Cattigara.
.
Sejarah adalah jembatan penghubung antara masa lalu, masa sekarang dan masa yang akan datang. Melalui sejarah orang bisa bercermin dan membaca identitas, kebesaran dan kejayaan suatu bangsa dan negara.Namun sangatlah disayangkan sampai saat ini masih banyak mutiara yang terpendam yang tidak tercatat dalam lembaran emas sejarah bangsa kita, sehingga mata rantai itu seakan terputus dan ada bagian yang belum tersambung karena luput dari peneliti dan pemerhati sejarah.
Untuk itu kita harus mampu menemukan kembali mata rantai sejarah yang hilang dan putus ribuan tahun silam.Karena disinilah yang sebenarnya jati diri dan kebesaran bangsa kita yang lahir dari keturunan nenek moyang serba hebat yang pernah menguasai dan menjelajahi berbagai belahan negeri di dunia.
Bahkan dalam buku-buku kuno bangsa asing menyebutkan bahwa nenek moyang bangsa kita adalah bangsa yang sangat hebat dalam segala bidang termasuk bidang pelayaran / meritim yang telah menjadi sumber inspirasi dan menjadi guru berbagai bangsa didunia.
Bahkan filosuf yunani kuno seperti Solon, Plato dan lain-lain. Sampai pada peneliti dan ilmuan abad modern seperti prof Areyo Santos. prof Van Helmer menyimpulkan bahwa di  Indonesia inilah tempat lahir dan awal dari peradaban bangsa-bangsa didunia.
.
Di tanah Indonesia inilah lahirnya bibit-bibit peradaban yang kemudian berkembang menjadi budaya lembah Indus, Mesir, Mesopotamia, Hatti, Junani, Minoan, Crete, Roma, Inka, Maya, Aztek, dan lain-lain. Budaya-budaya ini mengenal mitos yang sangat mirip. Nama Atlantis diberbagai suku bangsa disebut sebagai Tala, Attala, Patala, Talatala, Thule, Tollan, Aztlan, Tluloc, dan lain-lain.


Ombak di Teluk Meranti, dengan nama gelombang Bono tampaknya akan terus dikembangkan oleh Pemerintah Kabupaten Pelalawan untuk menjadi tempat pariwisata yang terus didatangi oleh turis.

“Sebab, dengan fasilitas yang belum sempurna saja masih ada turis yang mau datang,” kata Zulkifli dari Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Pemkab Pelalawan, di Pekanbaru.

Gelombang Bono mulai dikenal secara internasional sebagai ombak di sungai (tidal bore) terpanjang dan terbaik di dunia. Fenomena alam ini terjadi karena pertemuan arus di Sungai Kampar, tepatnya di Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan.

Pada bulan Februari kemarin sejumlah peselancar asing menjajak ke gelombang Bono. Kedatangan para peselancar asing itu akan menjadi perhatian dunia, sebab seorang peselancar dari Inggris, Steve King, mencoba memecahkan rekor dunia (Guinness World Records) berselancar paling panjang dan terlama di 'tidal bore'.

Ini juga yang menjadi lokasi shooting iklan djarum super itu lho. Teman2 ada yang pernah ke tempat ini?

Pemerintah Kabupaten Pelalawan terus menggalakkan pengembangan potensi wisata yang berada di Kabupaten Pelalawan. Salah satunya membangun dan meningkatkan infrastruktur pendukungnya seperti menara pantau untuk mengamati Bono, membangun fasilitas fasilitas penginapan, dan tak kalah pentingnya adalah mempersiapkan putra putri penduduk lokal untuk dididik menjadi pemandu wisata dan memperkenalkan Bono dan kebudayaan lokal kepada para turis. Menurut Bupati Pelalawan HM Harris, potensi yang dimiliki ini harus dimanfaatkan.



Comments

Popular posts from this blog

ut pelalawan

ut pelalawan

Ujian mahasiswa UT kab pelalawan.H2 hari minggu, aturan di perketat.guna mencapai lulusan berkualitas dan bermutu tinggi.semangat buat adek2 mahasiswa UT.taati aturan dan smga mndapat nilai yg memuaskan.

Bersama dosen pembimbing ahli & pembimbing 1 jalan2 di tambang terbuka grasberg,,,,, PT. Freeport Indonesia  Universitas Terbuka Pelalawan Upbjj Universitas Terbuka Denpasar Upbjj Universitas Terbuka Padang Upbjjut Jayapura Upbjj-ut Layanan Luar Negeri Upbjj-ut Palangka Raya

PKL.KERINCI, riaueditor.com  Syahbanides atau sehari-harinya dipanggil Syahban, seorang mahasiswa Universitas Terbuka (UT) yang juga guru honorer di SD 009 Pangkalan Kerinci menyebutkan bahwa dirinya telah melayangkan pengaduan kepada Kejaksaan …

PKL.KERINCI, riaueditor.com - Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Pelalawan MD. Rizal, S.Pd.M.Pd menilai permasalahan mahasiswa UT Syahbanides dengan koordinator Kelompok Belajar Universitas Terbuka (Pokjar) UT tidak harus dibesar-besarkan, karena …

Nee ut

Stand April di Pelalawan Expo 2018

Kami kembali ikut meramaikan Pelalawan Expo 2018. Ayo kunjungi stand APRIL di Blok 1 No.1 mulai dari tanggal 6-12 Oktober 2018. Sahabat bisa melihat bagaimana proses produksi dari kayu menjadi kertas atau dari kayu menjadi serat kain. Sentuh teksturnya, raba, dan lihat dari dekat.

Sahabat juga bisa ikut belajar membatik lho, juga bisa mencicipi produk-produk mitra binaan Community Development RAPP, dan jangan lupa sahabat berfoto selfie/wefie saat di booth APRIL ya, lalu post ke instagram, follow dan  tag @sahabatRAPP jangan lupa sertakan hashtag #APRILxPelalawanExpo2018 #sahabatRAPP hadiah menarik sudah kami siapkan untuk sahabat dengan foto terbaik 😉.

#APRILxPelalawanExpo2018 #sahabatRAPP #PelalawanExpo2018 #Event #Paperone #GoodforCommunity #GoodforClimate #GoodforCountry #Paper #Industry #Sustainable #Concession #CommunityDevelopment #WomenEmpowerment #BatikBono #business #Riau #viscose #acacia #rayon #lifeatAPRIL #RAPPuntukIndonesia

smpn 6 pelalawan

smpn 6 pelalawan

ACARA PELEPASAN SISWA KELAS IX ANGKATAN KE-5 TA. 2015-2016
Selfie bareng all teacher and students smpn 6 pelalawan angkatan ke 5

Selfie bareng guru SMPN 6 pelalawan
acara perpisahan dgn pak Agus Yulianto yg akan pindah tempat tugas ke SOLO

Siswa/siswi SMPN 6 PELALAWAN
KELAS sembilan Saat belajar berkelompok

Belasan Tenaga Pendidik SMPN 6 Pelalawan Ikuti Pelatihan Peningkatan Kapasitas Guru: Dalam pelatihan yang dik... https://t.co/3kFGl0WadN
smpn 6 pelalawan

peta kabupaten pelalawan

peta kabupaten pelalawan

ASAL USUL BATURIJAL

Kenegerian Baturijal terdiri dari dua desa, yaitu Baturijal Hulu dan Baturijal Hilir. Masing-masing mempunyai penghulu. Struktur kenegerian dan kepenghuluan ini tidak sesuai dengan struktur keperintahan Republik Indonesia, sehingga dihilangkan. Hanya saja 4 orang yang sempat menjadi wali negeri yaitu Khalil Ali, Muhamad Noeh, Raja Eman dan Saidina Ali.
Baturijal yang berada ditepi Batang Kuantan ini, mempunyai batas wilayah sebagai berikut :
a.Batas wilayah Baturijal Hulu yaitu :
-Sebelah Utara berbatsan dengan Kab. Kampar dan Pelalawan.
-Sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Selunak Kec. Peranap.
-Sebelah Barat berbatasan dengan Desa Pesikaian Kec. Cerenti.
-Sebelah Timur berbatasan dengan Baturijal Hilir Kec. Peranap.
b.Batas wilayah Hilir :
-Sebelah Utara berbatsan dengan Kab. Kampar dan Pelalawan.
-Sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Selunak Kec. Peranap.
-Sebelah Barat berbatasan dengan Desa Baturijal Hulu Kec. Peranap.
-Sebelah Ti…

Wow jokowi

Sembilan Kepala Daerah Kabupaten - Kota se - Propinsi Riau dan Wagubri mendukung secara politis pasangan Capres Ir.Joko Widodo dan Prof.DR.K.H.Maruf Amin sebagai presiden dan wapres tahun 2019-2024.
Walaupun hal tersebut adalah merupakan hak hak individu kepala daerah tsb tapi cukup membuat panas kubu seberangnya dan belum tentu juga rakyat mengikutinya karena rakyat NKRI Propinsi Riau mempunyai hak yang sama dalam hak suara memilih satu orang satu suara bukan lebih.
Kemampuan Kepala daerah yang ganteng2 dgn foto selfie belum tentu mengikuti arah politik pemimpin tsb karena rakyat butuh pembuktian dalam mensejahterakan rakyat Riau dalam berdemokrasi daulat rakyat bukan daulat tuaku.
Kemampuan para pemimpin tsb mendukung tsb apakah karena mendukung tersangkut kasus hukum seperti wako dumai Drs. Zulkifli As Msi dan Zainal Azis Bupati Kampar oleh KPK atau yg lain karena hati nuraninya.
Perintah partai masing masing sebagai pengusung dan pendukung atau kemauan diri sendiri dengan tertarik…

sejarah kabupaten pelalawan

sejarah kabupaten pelalawan. Tak kenal maka tak sayang
Tak sayang maka tak cinta
Inilah negeri kami pelalawan
Negeri melayu terbilang dan termasyur,,,
Disinilah kerajaan pekantuo kampar bermula yg berubah nama menjadi kerajaan pelalawan (kabupaten pelalawan)

"SUKU MELAYU PETALANGAN, KAB PELALAWAN, RIAU" 🇮🇩

Suku Petalangan hidup di Kabupaten Pelalawan , provinsi Riau . Desa-desa pemukiman orang Petalangan terletak sekitar 60-95 kilometer dari kota Pekanbaru . Kebanyakan orang Petalangan mencari nafkah dari hutan, Karet, sawit dan sebagai nelayan.
Istilah Petalangan berasal dari kata talang , yang merupakan sejenis bambu . Suku ini juga menyebut diri mereka sebagai Uwang Da'at (Orang darat)

Sejarah:
Menurut tombo Orang Petalangan datang dari
Johor menggunakan perahu, dan membuka hutan di pemukiman mereka sekarang ini. Mereka kemudian menjadi kawula Kerajaan Kampar, dan kemudian Pelalawan .

Di bawah pemerintahan Kesultanan Pelalawan mereka mendapat pengakuan hak atas wila…