Jual beli jabatan bukan ancaman

Jual beli jabatan bukan ancaman


Jual beli jabatan bukan ancaman
Jual beli jabatan bukan ancaman. Bekerjalah seperti tuyul, gak harus kelihatan, gak butuh pujian, gak Gila jabatan, gak usah cari perhatian, tapi hasilnya jelas. Kegagalan mereka utk melaksanakan apa yang mereka ajarkan itu kemungkinan besar disebabkan krn mereka lebih memilih "menduduki kursi " dari pada menjadi pelayan. Jabatan sebagai guru yang mengajar lebih diincar dari pada menjadi pelaksana yang harus menerima perintah.  Mereka lupa bahwa sebagai guru mereka dipanggil untuk melayani dan bukan untuk mengatur. Ini terjadi barangkali karen untuk memuaskan keinginan mereka akan kuasa dan prestise. Kalau punya jabatan tertentu serasa lebih terhormat. Keinginan akan rasa terhormat ini mudah sekali menimpa setiap orang. Tidak ada seorang pun yg kebal terhadap hal ini. Tidak hanya pimpinan masyarakat yang kerap jatuh terhadap hal ini, pimpinan-pimpinan Agama pun, sama. 
Ada godaan untuk menggunakan jabatannya untuk berkuasa dan bukan untuk melayani. 
Maka kiranya jabatan dan kuasa atau sungguh melayani? Jadilah Pemimpin yg Amanah & perduli Rakyatnya.

Jangan meminta kekuasaan atau jabatan

Jual beli jabatan bukan ancaman
Ibnu Hajar Al-Asqolani rahimahullah berkata “Siapa yang mencari kekuasaan dengan begitu tamaknya, maka ia tidak ditolong oleh Allah.” (Fathul Bari, 13 124).

Imam Nawawi rahimahullah berkata “Siapa saja yang meminta kekuasaan, maka pertolongan Allah tidak bersamanya. Dalam kepemimpinannya tidak mendapatkan kecukupan (kemudahan) dari Allah.” (Syarh Shahih Muslim, 11 104).

Ketahuilah wahai saudaraku, bahwasanya ambisi terhadap suatu kedudukan menimbulkan kerusakan besar dimulai dari sebelum ia mendapatkan kedudukan itu, yaitu dalam usahanya mencari kedudukan itu. Demikian pula setelahnya, yaitu dikarenakan dengan ambisinya yang besar, di mana terjatuh di dalamnya para pemilik kekuasaan yaitu berupa kezaliman, kesewang-wenangan, kesombongan, dan kerusakan-kerusakan lainnya.

Maka benarlah sabda Nabi shalallahu alaihi wasallam dimana beliau tidak memberikan kekuasaan pada orang yang memintanya. Dalam Shahih Al-Bukhari, dari sahabat Abu Musa Al-Asy’ari radhiyallahu anhu, bahwa ada dua orang mengatakan kepada Nabi shalallahu alaihi wasallam  “Wahai Rasulullah, jadikan kami sebagai pemimpin.” Maka beliau menjawab :

إِنَّا لَا نُوَلِّي أَمْرَنَا هَذَا مَنْ سَأَلَهُ وَلَا مَنْ حَرِصَ عَلَيْهِ

“Sesungguhnya kami tidak akan memberikan kepemimpinan kami ini kepada seseorang yang memintanya atau berambisi terhadapnya.” (HR. Bukhari dan Muslim). Jadi Jual beli jabatan bukan ancaman bagi kita. Baca juga Jual kebun sawit di pelalawan riau.


Comments