DBD Meningkat, Diskes Pelalawan Minta Masyarakat Gotong Royong Bersihkan Lingkungan

Baru memasuki pertengahan tahun 2022 terjadi peningkatan kasus penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Wilayah Kabupaten Pelalawan sampai dua kali lipat dibandingkan dengan tahun 2021 lalu. 

Per Bulan Juni tahun 2022 ini saja sudah terjadi 30 kasus, sedangkan pada tahun 2022 hanya terjadi 11 kasus. Peningkatan jumlah kasus DBD di tahun 2022 disebabkan oleh karena kurang efektifnya peran jumantik yang ada disamping itu disebabkan juga oleh faktor cuaca, demikian diungkapkan oleh Kabid P2PL Diskes Pelalawan Dr Aulia Khalid. 

Selanjutnya dikatakan bahwa "Peningkatan kasus tertinggi terjadi di Pangkalan Kerinci. "Oleh sebab Karena itu, kami berupaya untuk upayakan memaksimal dan mengefektifkan kembali peran Jumantik di setiap desa dan kelurahan yang ada di Kabupaten Pelalawan utamanya di Pangkalankerinci," katanya. 

Pada saat ini menurut Aulia, pihaknya juga telah melakukan fogging di tempat yang ada pasien yang menderita penyakit DBD. Beliau juga mengharapkan peran serta masyarakat untuk memuutus mata rantai DBD dengan melakukan gotong royong di tempat tinggalnya masing - masing. 

"DBD itu tidak bisa dilepaskan dari lingkungan, yang berarti jika lingkungan tempat tinggal kita bersih karena sering melakukan goro besar, maka kecil kemungkinan akan terjadi DBD. 

Terutama bila genangan air tidak dibersihkan, maka nyamuk penyebab penyakit DBD akan semakin meningkat, menurutnya. Selanjutnya beliau mengajak seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Pelalawan untuk berkontribusi bersama-sama memberantas penyakit DBD ini dengan rutin melakukan goro di tempatnya masing - masing. 

Terutama diharapkan peran RT dan keluarga dalam hal ini. Lebih baik mencegah daripada mengobati. 

Mengingat keterbatasan personil yang dimiliki oleh pemerintah terutama Dinas Kesehatan maka kami mengharapkan peran serta dan partisipasi masyarakat dalam memberantas penyakit DBD ini. 

"Jangan ketika ada yang terjangkit DBD baru goro, lebih baik jauh sebelum terjadi DBD dilakukan goro rutin yang dapat mencegah penyakit DBD. 

Masyarakat diharapkan berperan upaya pencegahan DBD dengan 3M yakni menguras, menutup dan menimbun barang-barang tak terpakai yang dapat berkembang biaknya jentik nyamuk DBD," pungkasnya.

Sumber berita : Halo Riau




BERITA LAINNYA :



Terima Kasih telah mengunjungi Website kami.