Seorang Camat melakukan Pelecehan

Camat ini diduga melakukan Pelecehan Seksual ke Siswi SMK yang masih di bawah umur (16 tahun) yang sedang Magang di kantornya. Berita ini sudah menjadi viral di Medsos.

Camat Pangkalan Lesung diduga melakukan Pelecehan Seksual ke Siswi SMK yang Magang


Bahkan ormas Persatuan Pemuda Pangkalan Lesung Kelurahan Pangkalan Lesung, Kecamatan Pangkalan Lesung telah mengirimkan surat kepada Bupati Pelalawan H Zukri untuk menindak tegas Camat tersebut.

Menurut pengakuan gadis tersebut (sebut saja: Bunga), pelecehan seksual yang dialaminya terjadi pada 22 Juli yang lalu.

Pertama kali perbuatan itu dilakukan di ruang kerja camat dengan posisi pintu dikunci dan kedua terjadi di depan ruangan keuangan.

Terduga pelaku langsung mendekati korban sendirian dan langsung memegang leher dan mencium bibir korban.

Aksi bejat pelaku terbongkar setelah korban merasa trauma dan menceritakan kejadian itu kepada pegawai kecamatan. 

Korban akhirnya melapor ke Polres Pelalawan. Atas laporan korban, Polres Pelalawan menangkap camat tersebut untuk diproses hukum.

Kondisi korban saat ini sangat terpukul dan trauma berat. Bahkan sangking traumanya, korban selalu ketakutan setiap bertemu dengan camat SW, sampai bersembunyi di bawah meja ketika melihat oknum camat tersebut.

Mendengar nama SW saja, korban langsung menangis dan trauma hingga akhirnya semua kejadian diceritakan siswi asal Kecamatan Ukui tersebut.

Bupati Pelalawan Riau Akhirnya meonaktifkan Oknum Camat SW

Bupati Pelalawan akhirnya menurunkan perintah kepada Badan Kepegawaian Pengembangan dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Pelalawan, inspektorat, dan instansi untuk menelusuri dugaan pelecehan seksual itu.

Pemerintah Kabupaten Pelalawan memastikan akan mengambil langkah tegas terhadap Camat Pangkalan Lesung, SW (55), yang diduga mencabuli seorang siswi SMK.

Bahkan Bupati Pelalawan, Zukri Misran,  menyatakan bahwa SW sudah dinonaktifkan sebagai Camat Pangkalan Lesung.

Zukri Misran mengatakan, camat itu cepat dinonaktifkan agar tidak mengganggu pelayanan masyarakat di kantor camat.

Korban juga diinformasikan sudah melaporkan ke Polsek Pangkalan Lesung.

Berikut Klarifikasi Sang Camat

Saat dimintai klarifikasi kepada Camat Pangkalan Lesung, SW mengenai hal tersebut, reaksi beliau merasa terkejut dengan informasi yang beredar menuding dirinya berbuat tak senonoh kepada siswi SMK yang magang di kantornya.

Beliau membantah tudingan perbuatan bejat kepada korban yang masih di bawah umur itu.

SW mengatakan bahwa dia tak pernah melakukan hal itu, apalagi kalau sampai mencium bibir remaja belia itu pada 22 Juli lalu.

Bahkan SW mengaku telah menganggap korban seperti anak sendiri, lantaran siswi SMK itu nyaris seusia anaknya.

Menurut SW dirinya pernah memanggil korban ke ruang kerjanya, karena siswi SMK itu memakai lipstik karena belum waktunya berlipstik. Menurut Bunga lipstik itu diberikan oleh seorang pegawai kantor camat.

Waktu itu dia lagi ngantar berkas dan saya nasehati sambil memberikan masukan serta arahan layaknya seorang ayah. Sampai dia nangis dan mengucapkan terimakasih," pungkas SW tapi dia lupa hari dan tanggalnya. Dan dia hanya menasehati bunga di ruang kerjanya agar mengejar cita-citanya serta rajin belajar dan menjadi anak yang baik mengingat orangtua korban yang dalam keadaan sakit.

Ia meminta agar siswi SMK itu membantu dan mengabdi kepada orangtuanya,  tidak lebih dari itu.

Kita tidak tahu siapa yang berbohong, mari kita tunggu saja hasil investigasi dan penyelidikan dari Polsek Pangkalan Lesung. Semoga Allah segera menunjukkan kebenarannya dan mengampuni siapa yang salah. Sumber: kompas.com







Posting Komentar untuk "Seorang Camat melakukan Pelecehan"